"Menemukan sesuatu hingga menjadi begitu berarti"

Bertemu Bapak Menteri (Bagian 5)

Edisi 4 Februari 2021


JALAN KEDUA BERTEMU BAPAK MENTERI

Mereka, para siswa mendambakan suasana asyik pada saat belajar. Suasana yang mampu membuat semangat mereka berapi-api terhadap suatu materi pelajaran. Hal ini dapat diwujudkan, jika seorang guru pandai mengorganisir kemampuan mengondisikan kelas melalui ide-ide baru. Ide-ide yang dituangkan dalam praktik Belajar-Mengajar sehari-hari.


Dalam rangka itulah, saya selalu dan selalu belajar ke arah hal tersebut. Semampu dan sedapat mungkin  Permasalahan yang dialami siswa dalam mata pelajaran Matematika di tahun 2015, kemudian saya kemas dan saya carikan jawabannya menjadi sebuah karya. Bagaimana, membuat para siswa menjadi senang terhadap pelajaran matematika. Tentu saja, ini merupakan sebuah PR yang tidak mudah. Namun, saya terus berusaha mencari solusi dan akhirnya saya temukan sebuah cara sederhana berupa game sederhana yang hanya mengandalkan program bawaan windows, yakini Microsoft Office Excel. 


Sebuah usaha yang ternyata tidak sia-sia. Karena, pada tahun 2017, ketika P4TK Matematika yang ada di Yogyakarta membuka kesempatan kepada semua guru yang mempunyai inovasi, untuk berperanserta dalam Lomba ONIP (Olimpiade Nasional Inovasi Pembelajaran) bidang studi Matematika. Saya sangat bersyukur, karena Alhadulillah, dari sekian karya Guru di Indonesia, hasil karya ilmiah yang saya kirim, berhasil terpanggil sebagai Peserta Finalis ONIP tahun 2017. 



Sumber: Foto Koleksi Pribadi


Bersambung ......

Bertemu Bapak Menteri (Bagian 4)

  Edisi 20 November 2020


JALAN PERTAMA BERTEMU BAPAK MENTERI

Dan,... saat yang ditunggu-tunggu itu pun akhirnya tiba. Pandangan mata ini, saya arahkan betul-betul tertuju kepada Bapak Menteri yang memang telah usai membuka acara. Ke mana, jalan yang akan dilalui beliau, segera saja saya susul sembari berlari sekuat tenaga agar betul-betul dapat bersalaman dan foto bersama menjadi sebuah kenyataa. Tidak hanya saya, ternyata peserta lain pun hiruk-pikuk mengerjakan hal serupa. Saling berlomba mendahului untuk satu tujuan.

Takdir baik ada di pihak saya. Yaah .... walaupun Bapak Menteri cuma berhenti sebentar, karena memang dalam rangka bergegas menuju pintu keluar. Namun, tetap menyempatkan diri bersalaman serta berhasil diampil gambar sedapatnya, mengingat posisi dan badan bergerak jalan. 

Akhrinya, atas ijin dan perjuangan yang luar biasa, bersalaman dan foto bersama dengan Bapak Menteri Pendidikan pun tercapai. Dan ini merupakan pengalaman untuk pertama kalinya.dalam sejarah hidup saya. Cita-cita, harapan yang sedari usia Sekolah Dasar sudah terpatri dalam lubuk hati, terwujud sudah. Saya sangat bersyukur, karena melalui jalan Mengikuti Lomba Inobel, maka pada tahun 2015 itulah kegembiraan melimpah ruah. Alloh mengijinkan Bisa bertemu Bapak Menteri serta teman-teman guru hebat Se-Indonesia yang berasal dari berbagai Provinsi.

Sumber: Dokumen foto pribadi


JALAN KEDUA BERTEMU BAPAK MENTERI

Berkarya, berkarya dan terus selalu berkarya. Itulah yang melekat sudah menjadi hobi. Tidak peduli, bisa masuk lomba atau tidak. Yang terpenting, setiap inovasi yang lahir, itulah jawaban atas sebuah masalah yang dihadapi peserta didik. Mereka ingin senang belajar ......

Bersambung ......

Bertemu Bapak Menteri (Bagian 3)

 Edisi 13 November 2020


JALAN PERTAMA BERTEMU BAPAK MENTERI

Setelah dijelaskan tentang mekanisme keberangkatan oleh pegawai kementerian. Bahwa, keberangkatan dalam rangka ikut perlombaan inobel. Dari tiket pulang pergi, hotel penginapan, dan segala sesuatunya yang ada kaitannya dengan inobel, semua disediakan secara gratis oleh pemerintah. Benar-benar aku selaku guru merasa sangat dimanjakan dan ditempatkan pada posisi yang sangat terhormat.

Pada saat acara pembukaan perlombaan, selain bertemu dengan rekan-rekan guru hebat se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, juga ada sesuatu yang sangat mengguncang hatiku. Yakni, hadirnya Bapak Menteri Pendidikan dalam acara tersebut. Maka, sejak dari awal, diriku sudah mengatur strategi bagaimana caranya agar aku dapat bersalaman serta berfoto bersama dengan beliau. .

Kuputuskan untuk duduk di bangku deratan paling belakang. Karena, pintu keluar dan masuk berada tepat di belakang sana. Dengan demikian, apabila nanti pada saatnya Bapak Menteri usai memberikan sambutan dan akan menuju keluar. Maka, dari deretan mana pun beliau akan keluar, aku bisa secara bebas kesana-kemari menghadang perjalanan Bapak Menteri.

Sumber: Dokumen foto pribadi
Bersambung ......